<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Teknologi &#8211; Jurnal Sekilas</title>
	<atom:link href="https://www.jurnal-sekilas.com/category/teknologi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.jurnal-sekilas.com</link>
	<description>Media Online Terlengkap &#38; Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 May 2026 21:55:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.jurnal-sekilas.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-150x150.png</url>
	<title>Teknologi &#8211; Jurnal Sekilas</title>
	<link>https://www.jurnal-sekilas.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PLN di Kangean Sering Padam, KWK Soroti Manajemen Kelistrikan</title>
		<link>https://www.jurnal-sekilas.com/4194/pln-di-kangean-sering-padam-kwk-soroti-manajemen-kelistrikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 21:48:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[KWK]]></category>
		<category><![CDATA[PLN Kangean]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.jurnal-sekilas.com/?p=4194</guid>

					<description><![CDATA[SUMENEP -Kangean, jurnal-sekilas.com. Ketua Komunitas Warga Kepulauan, H. Safiudin, SH., MH., menyoroti sering terjadinya pemadaman listrik di wilayah Kepulauan Kangean. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan manajemen dalam pengelolaan kelistrikan di daerah kepulauan. H. Safiudin menyampaikan, keluhan masyarakat terkait listrik padam hampir terus terjadi dan dinilai sangat mengganggu aktivitas warga, baik sektor rumah tangga, pendidikan, pelayanan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SUMENEP -Kangean, jurnal-sekilas.com. Ketua Komunitas Warga Kepulauan, H. Safiudin, SH., MH., menyoroti sering terjadinya pemadaman listrik di wilayah Kepulauan Kangean. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan manajemen dalam pengelolaan kelistrikan di daerah kepulauan.</p>
<p>H. Safiudin menyampaikan, keluhan masyarakat terkait listrik padam hampir terus terjadi dan dinilai sangat mengganggu aktivitas warga, baik sektor rumah tangga, pendidikan, pelayanan kesehatan hingga aktivitas ekonomi masyarakat.</p>
<p>“Seringnya listrik padam di Kangean menjadi bukti bahwa manajemen pengelolaan belum berjalan baik. Sistem yang ada seharusnya mampu mengantisipasi gangguan sehingga masyarakat tidak terus dirugikan,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).</p>
<p>Ia menilai, masyarakat kepulauan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan listrik yang stabil sebagaimana masyarakat di wilayah daratan. Karena itu, pihak terkait diminta segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan dan infrastruktur kelistrikan di wilayah Kangean.</p>
<p>Menurutnya, pemadaman yang berulang tidak hanya berdampak pada kenyamanan masyarakat, tetapi juga dapat menghambat pertumbuhan ekonomi lokal serta pelayanan publik.</p>
<p>“<strong><em>Kondisi ini tidak boleh dianggap biasa. Pemerintah dan pihak PLN harus serius memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat kepulauan,</em></strong>” tambahnya.</p>
<p>KWK juga meminta adanya langkah konkret berupa peningkatan kualitas mesin pembangkit, perawatan jaringan, serta kesiapan teknis agar gangguan listrik tidak terus berulang.</p>
<p>Masyarakat berharap pelayanan kelistrikan di Kepulauan Kangean dapat lebih baik dan stabil demi mendukung aktivitas sehari-hari serta pembangunan daerah kepulauan secara berkelanjutan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dampak Positif dan Negatif Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Remaja</title>
		<link>https://www.jurnal-sekilas.com/4152/dampak-positif-dan-negatif-media-sosial-terhadap-kesehatan-mental-remaja</link>
					<comments>https://www.jurnal-sekilas.com/4152/dampak-positif-dan-negatif-media-sosial-terhadap-kesehatan-mental-remaja#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[administrator]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2026 10:08:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://demo297.javadia.com/?p=4152</guid>

					<description><![CDATA[Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja saat ini. Platform seperti Instagram, TikTok, dan X (dulu Twitter) diakses setiap hari oleh jutaan pelajar di Indonesia. Di satu sisi, media sosial membawa banyak manfaat. Namun di sisi lain, penggunaan yang berlebihan juga menyimpan bahaya bagi kesehatan mental. Memahami kedua sisi dampak ini penting [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja saat ini. Platform seperti Instagram, TikTok, dan X (dulu Twitter) diakses setiap hari oleh jutaan pelajar di Indonesia. Di satu sisi, media sosial membawa banyak manfaat. Namun di sisi lain, penggunaan yang berlebihan juga menyimpan bahaya bagi kesehatan mental. Memahami kedua sisi dampak ini penting bagi remaja, orang tua, dan pendidik.</p>
<p>Dampak positif media sosial terhadap kesehatan mental remaja cukup signifikan. Pertama, media sosial membantu remaja membangun koneksi sosial. Bagi mereka yang merasa terisolasi di dunia nyata, teman-teman daring dapat memberikan dukungan emosional. Kedua, media sosial menjadi ruang berekspresi. Remaja dapat menyalurkan kreativitas melalui konten video, tulisan, atau gambar. Ketiga, banyak komunitas dukungan mental yang hadir di media sosial. Remaja dengan masalah kecemasan atau depresi dapat menemukan informasi dan orang-orang dengan pengalaman serupa, sehingga tidak merasa sendiri.</p>
<p>Namun, dampak negatifnya juga tidak bisa diabaikan. Yang paling umum adalah fenomena social comparison atau membandingkan diri dengan orang lain. Remaja melihat unggahan teman-temannya yang tampak sempurna—liburan mewah, tubuh ideal, prestasi gemilang—tanpa menyadari bahwa itu hanya potongan terbaik dari kehidupan seseorang. Akibatnya, banyak remaja merasa tidak cukup baik, rendah diri, hingga depresi. Selain itu, cyberbullying atau perundungan daring menjadi ancaman serius. Komentar jahat, penyebaran gosip, hingga pengucilan di grup chat dapat melukai mental remaja secara mendalam. Kecanduan media sosial juga mengganggu pola tidur dan konsentrasi belajar.</p>
<p>Solusinya bukanlah melarang remaja menggunakan media sosial, karena hal itu tidak realistis. Pendekatan yang lebih bijak adalah mengajarkan literasi digital dan kesadaran diri. Remaja perlu menyadari bahwa media sosial menampilkan realitas yang sudah diedit. Orang tua dapat membatasi waktu layar dan mendorong interaksi tatap muka. Sekolah juga bisa memasukkan edukasi kesehatan digital ke dalam kurikulum. Dengan keseimbangan yang tepat, media sosial dapat tetap menjadi alat yang bermanfaat tanpa mengorbankan kesehatan mental generasi muda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.jurnal-sekilas.com/4152/dampak-positif-dan-negatif-media-sosial-terhadap-kesehatan-mental-remaja/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Kecerdasan Buatan (AI) dan Dampaknya terhadap Dunia Kerja</title>
		<link>https://www.jurnal-sekilas.com/4148/perkembangan-kecerdasan-buatan-ai-dan-dampaknya-terhadap-dunia-kerja</link>
					<comments>https://www.jurnal-sekilas.com/4148/perkembangan-kecerdasan-buatan-ai-dan-dampaknya-terhadap-dunia-kerja#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[administrator]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2026 10:07:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://demo297.javadia.com/?p=4148</guid>

					<description><![CDATA[Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah berkembang pesat dalam satu dekade terakhir. Teknologi yang memungkinkan mesin belajar dari data ini tidak lagi hanya ditemui di laboratorium atau film fiksi ilmiah. Saat ini, AI sudah hadir dalam kehidupan sehari-hari melalui asisten virtual, rekomendasi belanja online, hingga chatbot layanan pelanggan. Namun, di balik kemudahan tersebut, AI [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah berkembang pesat dalam satu dekade terakhir. Teknologi yang memungkinkan mesin belajar dari data ini tidak lagi hanya ditemui di laboratorium atau film fiksi ilmiah. Saat ini, AI sudah hadir dalam kehidupan sehari-hari melalui asisten virtual, rekomendasi belanja online, hingga chatbot layanan pelanggan. Namun, di balik kemudahan tersebut, AI juga membawa dampak signifikan terhadap dunia kerja yang perlu dipahami oleh setiap pekerja.</p>
<p>Salah satu dampak terbesar AI adalah otomatisasi pekerjaan rutin. Tugas-tugas administratif seperti entri data, penjadwalan, hingga pembuatan laporan sederhana kini dapat diselesaikan oleh AI dalam hitungan detik. Akibatnya, beberapa profesi seperti kasir, operator telepon, hingga petugas entri data mulai tergantikan. Sebuah laporan dari World Economic Forum menyebutkan bahwa sekitar 85 juta pekerjaan bisa tergeser oleh otomatisasi pada tahun 2025. Namun, bukan berarti manusia kehilangan pekerjaan secara massal. Di sisi lain, AI juga menciptakan lapangan kerja baru. Profesi seperti data scientist, AI engineer, dan prompt engineer sebelumnya tidak dikenal, kini menjadi sangat dibutuhkan.</p>
<p>Dampak lainnya adalah perubahan cara kerja di berbagai sektor. Di bidang kesehatan, AI membantu dokter membaca hasil rontgen dan MRI dengan akurasi tinggi. Di sektor hukum, AI digunakan untuk menganalisis ribuan dokumen dalam waktu singkat. Sementara di bidang pemasaran, AI mampu memprediksi perilaku konsumen secara lebih tepat. Hal ini menuntut pekerja untuk meningkatkan keterampilan mereka. Kemampuan yang bersifat humanis seperti kreativitas, empati, komunikasi, dan pemecahan masalah kompleks menjadi semakin berharga karena sulit ditiru oleh mesin.</p>
<p>Untuk menghadapi era AI, pekerja perlu melakukan adaptasi. Belajar menggunakan alat-alat AI, mengikuti pelatihan data literacy, dan mengembangkan soft skill adalah langkah-langkah konkret yang bisa dilakukan. Pendidikan formal juga mulai menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan zaman. Kesimpulannya, AI bukanlah ancaman yang harus ditakuti, melainkan alat yang dapat dimanfaatkan. Dunia kerja akan berubah, tetapi manusia yang mau belajar dan beradaptasi akan tetap relevan. Kuncinya adalah bekerja bersama AI, bukan bersaing melawannya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.jurnal-sekilas.com/4148/perkembangan-kecerdasan-buatan-ai-dan-dampaknya-terhadap-dunia-kerja/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
