<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Unggulan &#8211; Jurnal Sekilas</title>
	<atom:link href="https://www.jurnal-sekilas.com/tipe/unggulan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.jurnal-sekilas.com</link>
	<description>Media Online Terlengkap &#38; Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 May 2026 10:50:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.jurnal-sekilas.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-150x150.png</url>
	<title>Unggulan &#8211; Jurnal Sekilas</title>
	<link>https://www.jurnal-sekilas.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam Perekonomian Indonesia</title>
		<link>https://www.jurnal-sekilas.com/4164/peran-usaha-mikro-kecil-dan-menengah-umkm-dalam-perekonomian-indonesia</link>
					<comments>https://www.jurnal-sekilas.com/4164/peran-usaha-mikro-kecil-dan-menengah-umkm-dalam-perekonomian-indonesia#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[administrator]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2026 10:14:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://demo297.javadia.com/?p=4164</guid>

					<description><![CDATA[Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia. Fakta menunjukkan bahwa jumlah UMKM mencapai lebih dari 64 juta unit usaha atau sekitar 99 persen dari total keseluruhan pelaku usaha di tanah air. Tidak hanya itu, UMKM menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional. Angka-angka ini membuktikan bahwa tanpa UMKM, roda perekonomian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia. Fakta menunjukkan bahwa jumlah UMKM mencapai lebih dari 64 juta unit usaha atau sekitar 99 persen dari total keseluruhan pelaku usaha di tanah air. Tidak hanya itu, UMKM menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional. Angka-angka ini membuktikan bahwa tanpa UMKM, roda perekonomian Indonesia akan terhenti. Memahami peran UMKM menjadi penting agar kita semua dapat mendukung dan mengapresiasi sektor ini.</p>
<p>Peran pertama UMKM adalah penyedia lapangan kerja terbesar. Di saat perusahaan-perusahaan besar melakukan rasionalisasi atau pemutusan hubungan kerja, UMKM tetap menjadi tempat bergantung jutaan keluarga. Sektor kuliner, kerajinan, garmen, hingga jasa reparasi menjadi andalan bagi masyarakat yang tidak memiliki akses ke pekerjaan formal. Dengan modal yang relatif kecil, seseorang bisa membuka warung makan, toko kelontong, atau bengkel kecil. Fleksibilitas inilah yang membuat UMKM menjadi jaring pengaman sosial saat krisis ekonomi melanda.</p>
<p>Peran kedua UMKM adalah pemerataan pendapatan dan pengentasan kemiskinan. UMKM tersebar hingga ke pelosok desa dan daerah tertinggal. Keberadaan UMKM membawa uang berputar di tingkat lokal, sehingga ketimpangan antara kota dan desa dapat dikurangi. Ketika seorang ibu rumah tangga berhasil menjual kripik pisang buatannya hingga ke luar daerah, pendapatan keluarganya meningkat dan kesejahteraan ikut naik. Pemerataan ini sulit dicapai jika hanya mengandalkan industri besar yang biasanya berlokasi di kawasan tertentu.</p>
<p>Peran ketiga adalah kontribusi terhadap produk domestik bruto atau PDB. UMKM menyumbang lebih dari 60 persen PDB Indonesia. Sektor perdagangan, pertanian, dan industri pengolahan yang didominasi UMKM menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Sayangnya, UMKM masih menghadapi banyak tantangan seperti keterbatasan akses permodalan, kesulitan pemasaran, kurangnya literasi digital, dan beban birokrasi. Pemerintah telah berupaya membantu melalui program KUR (Kredit Usaha Rakyat), pelatihan digital marketing, dan kemudahan perizinan berbasis online. Namun, peran serta masyarakat juga diperlukan dengan membeli produk lokal dan mempromosikan UMKM di sekitar kita. Kesimpulannya, UMKM bukan sekadar usaha kecil, tetapi fondasi ekonomi yang harus terus diperkuat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.jurnal-sekilas.com/4164/peran-usaha-mikro-kecil-dan-menengah-umkm-dalam-perekonomian-indonesia/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dampak Positif dan Negatif Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Remaja</title>
		<link>https://www.jurnal-sekilas.com/4152/dampak-positif-dan-negatif-media-sosial-terhadap-kesehatan-mental-remaja</link>
					<comments>https://www.jurnal-sekilas.com/4152/dampak-positif-dan-negatif-media-sosial-terhadap-kesehatan-mental-remaja#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[administrator]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2026 10:08:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://demo297.javadia.com/?p=4152</guid>

					<description><![CDATA[Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja saat ini. Platform seperti Instagram, TikTok, dan X (dulu Twitter) diakses setiap hari oleh jutaan pelajar di Indonesia. Di satu sisi, media sosial membawa banyak manfaat. Namun di sisi lain, penggunaan yang berlebihan juga menyimpan bahaya bagi kesehatan mental. Memahami kedua sisi dampak ini penting [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja saat ini. Platform seperti Instagram, TikTok, dan X (dulu Twitter) diakses setiap hari oleh jutaan pelajar di Indonesia. Di satu sisi, media sosial membawa banyak manfaat. Namun di sisi lain, penggunaan yang berlebihan juga menyimpan bahaya bagi kesehatan mental. Memahami kedua sisi dampak ini penting bagi remaja, orang tua, dan pendidik.</p>
<p>Dampak positif media sosial terhadap kesehatan mental remaja cukup signifikan. Pertama, media sosial membantu remaja membangun koneksi sosial. Bagi mereka yang merasa terisolasi di dunia nyata, teman-teman daring dapat memberikan dukungan emosional. Kedua, media sosial menjadi ruang berekspresi. Remaja dapat menyalurkan kreativitas melalui konten video, tulisan, atau gambar. Ketiga, banyak komunitas dukungan mental yang hadir di media sosial. Remaja dengan masalah kecemasan atau depresi dapat menemukan informasi dan orang-orang dengan pengalaman serupa, sehingga tidak merasa sendiri.</p>
<p>Namun, dampak negatifnya juga tidak bisa diabaikan. Yang paling umum adalah fenomena social comparison atau membandingkan diri dengan orang lain. Remaja melihat unggahan teman-temannya yang tampak sempurna—liburan mewah, tubuh ideal, prestasi gemilang—tanpa menyadari bahwa itu hanya potongan terbaik dari kehidupan seseorang. Akibatnya, banyak remaja merasa tidak cukup baik, rendah diri, hingga depresi. Selain itu, cyberbullying atau perundungan daring menjadi ancaman serius. Komentar jahat, penyebaran gosip, hingga pengucilan di grup chat dapat melukai mental remaja secara mendalam. Kecanduan media sosial juga mengganggu pola tidur dan konsentrasi belajar.</p>
<p>Solusinya bukanlah melarang remaja menggunakan media sosial, karena hal itu tidak realistis. Pendekatan yang lebih bijak adalah mengajarkan literasi digital dan kesadaran diri. Remaja perlu menyadari bahwa media sosial menampilkan realitas yang sudah diedit. Orang tua dapat membatasi waktu layar dan mendorong interaksi tatap muka. Sekolah juga bisa memasukkan edukasi kesehatan digital ke dalam kurikulum. Dengan keseimbangan yang tepat, media sosial dapat tetap menjadi alat yang bermanfaat tanpa mengorbankan kesehatan mental generasi muda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.jurnal-sekilas.com/4152/dampak-positif-dan-negatif-media-sosial-terhadap-kesehatan-mental-remaja/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Perbedaan Tuntutan dan Dakwaan dalam Proses Hukum Pidana</title>
		<link>https://www.jurnal-sekilas.com/4136/mengenal-perbedaan-tuntutan-dan-dakwaan-dalam-proses-hukum-pidana</link>
					<comments>https://www.jurnal-sekilas.com/4136/mengenal-perbedaan-tuntutan-dan-dakwaan-dalam-proses-hukum-pidana#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[administrator]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2026 08:09:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[hukum pidana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://demo297.javadia.com/?p=4136</guid>

					<description><![CDATA[Dalam sistem hukum pidana di Indonesia, masyarakat awam sering kali menyamakan antara tuntutan dan dakwaan. Padahal, kedua istilah ini memiliki posisi, waktu penyampaian, dan fungsi yang sangat berbeda dalam proses beracara di pengadilan. Memahami perbedaan antara dakwaan dan tuntutan menjadi penting agar masyarakat tidak keliru mengikuti jalannya persidangan, terutama bagi mereka yang terlibat langsung sebagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sistem hukum pidana di Indonesia, masyarakat awam sering kali menyamakan antara tuntutan dan dakwaan. Padahal, kedua istilah ini memiliki posisi, waktu penyampaian, dan fungsi yang sangat berbeda dalam proses beracara di pengadilan. Memahami perbedaan antara dakwaan dan tuntutan menjadi penting agar masyarakat tidak keliru mengikuti jalannya persidangan, terutama bagi mereka yang terlibat langsung sebagai terdakwa, korban, ataupun keluarga.</p>
<p>Dakwaan adalah surat yang memuat rumusan tindak pidana yang didakwakan kepada seseorang. Surat dakwaan dibuat dan disusun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21. Isi dakwaan memuat identitas terdakwa, uraian waktu, tempat, dan cara melakukan kejahatan yang disebut tempus delicti dan locus delicti. Dalam praktiknya, surat dakwaan dibacakan pada sidang perdana di hadapan majelis hakim. Pada saat pembacaan dakwaan, terdakwa dan penasihat hukumnya akan mendengarkan dengan saksama apa yang menjadi dasar penuntutan. Jika keberatan, terdakwa biasanya mengajukan eksepsi atau nota keberatan. Secara yuridis, seorang terdakwa hanya dapat diadili berdasarkan dakwaan yang telah disusun. Majelis hakim tidak diperbolehkan mengadili perkara di luar dakwaan.</p>
<p>Sebaliknya, tuntutan atau dalam istilah hukum disebut requisitoir adalah surat yang diajukan JPU setelah proses pembuktian selesai. Tuntutan berisi kesimpulan JPU berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan dan alat bukti yang sah. Isi tuntutan biasanya mencakup penilaian bahwa terdakwa terbukti bersalah, permintaan pidana berupa hukuman penjara, denda, atau subsider, serta penetapan mengenai barang bukti. Tuntutan juga kerap memuat hal-hal yang memberatkan dan meringankan (verzachtende omstandigheden). Setelah JPU membacakan tuntutan, giliran terdakwa atau penasihat hukum menyampaikan pembelaan atau pleidooi. Baru setelah itu, majelis hakim akan menjatuhkan putusan.</p>
<p>Perbedaan paling mendasar antara dakwaan dan tuntutan terletak pada waktunya. Dakwaan hadir di awal persidangan, sedangkan tuntutan hadir di akhir setelah semua saksi dan ahli diperiksa. Dari segi fungsi, dakwaan menjadi dasar yuridis mengapa seseorang diadili. Tanpa dakwaan yang sah, proses persidangan batal demi hukum. Sementara itu, tuntutan berfungsi sebagai rekomendasi hukum dari JPU atas sanksi yang pantas dijatuhkan. Majelis hakim tidak wajib mengabulkan seluruh isi tuntutan; hakim dapat menjatuhkan hukuman lebih rendah, sama, atau bahkan lebih berat dari tuntutan JPU.</p>
<p>Selain itu, aspek penyusunan dakwaan mengacu pada pasal-pasal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) atau undang-undang khusus di luar KUHP. Bentuk dakwaan bisa bersifat tunggal, alternatif, kumulatif, ataupun subsidiaritas. Sedangkan tuntutan tidak hanya menyebut pasal, tetapi juga menentukan lamanya pidana penjara, besaran denda, dan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa. Dalam praktik peradilan, tuntutan kerap menjadi sorotan publik karena mencerminkan keberpihakan JPU terhadap rasa keadilan. Misalnya, tuntutan ringan untuk kasus besar menimbulkan polemik, demikian pula tuntutan berat untuk kasus kecil.</p>
<p>Kesimpulannya, dakwaan dan tuntutan adalah dua napas berbeda dalam tubuh hukum acara pidana. Dakwaan menjadi fondasi, sedangkan tuntutan menjadi tembok akhir yang diajukan sebelum hakim memvonis. Bagi masyarakat umum, cukup diingat bahwa “dakwaan dibacakan di awal, tuntutan dibacakan setelah saksi-saksi selesai diperiksa.” Dengan memahami perbedaan ini, publik dapat lebih kritis mengikuti jalannya persidangan serta tidak keliru dalam menyikapi pemberitaan hukum di media.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.jurnal-sekilas.com/4136/mengenal-perbedaan-tuntutan-dan-dakwaan-dalam-proses-hukum-pidana/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manfaat Jogging Pagi bagi Kesehatan Jantung dan Paru-paru</title>
		<link>https://www.jurnal-sekilas.com/4172/manfaat-jogging-pagi-bagi-kesehatan-jantung-dan-paru-paru</link>
					<comments>https://www.jurnal-sekilas.com/4172/manfaat-jogging-pagi-bagi-kesehatan-jantung-dan-paru-paru#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[administrator]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2026 07:19:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://demo297.javadia.com/?p=4172</guid>

					<description><![CDATA[Jogging pagi adalah salah satu bentuk olahraga aerobik yang paling sederhana dan mudah dilakukan. Tidak memerlukan peralatan mahal atau keanggotaan gym, cukup sepasang sepatu yang nyaman dan niat yang kuat. Di balik kesederhanaannya, jogging pagi menyimpan manfaat luar biasa bagi kesehatan jantung dan paru-paru. Memahami manfaat ini dapat menjadi motivasi untuk menjadikan jogging sebagai rutinitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jogging pagi adalah salah satu bentuk olahraga aerobik yang paling sederhana dan mudah dilakukan. Tidak memerlukan peralatan mahal atau keanggotaan gym, cukup sepasang sepatu yang nyaman dan niat yang kuat. Di balik kesederhanaannya, jogging pagi menyimpan manfaat luar biasa bagi kesehatan jantung dan paru-paru. Memahami manfaat ini dapat menjadi motivasi untuk menjadikan jogging sebagai rutinitas harian.</p>
<p>Manfaat pertama adalah memperkuat otot jantung. Jantung adalah otot yang perlu dilatih agar tetap prima. Saat jogging, detak jantung meningkat secara bertahap sehingga jantung memompa darah lebih kuat dan efisien. Seiring waktu, otot jantung menjadi lebih besar dan elastis. Akibatnya, jantung tidak perlu bekerja terlalu keras saat istirahat. Inilah sebabnya mengapa orang yang rutin jogging cenderung memiliki denyut nadi istirahat yang lebih rendah, menandakan jantung yang sehat dan efisien. Risiko penyakit jantung koroner, hipertensi, dan serangan jantung pun menurun drastis pada mereka yang ragu jogging secara teratur.</p>
<p>Manfaat kedua berkaitan dengan peningkatan kapasitas paru-paru. Saat jogging, tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen. Paru-paru akan merespons dengan mengembangkan kemampuannya untuk mengambil oksigen dari udara dan mengalirkannya ke aliran darah. Proses ini disebut peningkatan VO2 max, yaitu ukuran maksimal oksigen yang dapat digunakan tubuh saat olahraga intensitas tinggi. Semakin tinggi VO2 max, semakin efisien paru-paru dan jantung bekerja. Orang dengan kapasitas paru-paru yang baik tidak mudah kehabisan napas saat naik tangga atau melakukan aktivitas fisik sehari-hari. Jogging juga membantu membersihkan saluran pernapasan dari lendir dan partikel asing, sehingga mengurangi risiko infeksi saluran napas seperti bronkitis.</p>
<p>Selain itu, jogging pagi memberikan keuntungan tersendiri karena udara pagi masih relatif segar dan belum tercemar polusi kendaraan. Paparan sinar matahari pagi juga membantu tubuh memproduksi vitamin D yang baik untuk tulang. Untuk memulai, cukup lakukan jogging selama 15-20 menit tiga kali seminggu, lalu tingkatkan secara bertahap. Kesimpulannya, jogging pagi adalah investasi murah untuk kesehatan jantung dan paru-paru jangka panjang. Mulailah dari sekarang, tubuh Anda akan berterima kasih di kemudian hari.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.jurnal-sekilas.com/4172/manfaat-jogging-pagi-bagi-kesehatan-jantung-dan-paru-paru/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manfaat Bangun Pagi untuk Produktivitas dan Kesehatan Mental</title>
		<link>https://www.jurnal-sekilas.com/4154/manfaat-bangun-pagi-untuk-produktivitas-dan-kesehatan-mental</link>
					<comments>https://www.jurnal-sekilas.com/4154/manfaat-bangun-pagi-untuk-produktivitas-dan-kesehatan-mental#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[administrator]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2026 03:10:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://demo297.javadia.com/?p=4154</guid>

					<description><![CDATA[Bangun pagi sering dianggap sebagai kebiasaan yang menyiksa, terutama bagi mereka yang terbiasa begadang. Namun, sejatinya bangun pagi memiliki segudang manfaat yang telah dibuktikan secara ilmiah maupun pengalaman ribuan orang sukses. Bukan tanpa alasan banyak pemimpin dunia, pengusaha, dan seniman memulai hari mereka sebelum matahari terbit. Bangun pagi tidak hanya membuat tubuh lebih sehat, tetapi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bangun pagi sering dianggap sebagai kebiasaan yang menyiksa, terutama bagi mereka yang terbiasa begadang. Namun, sejatinya bangun pagi memiliki segudang manfaat yang telah dibuktikan secara ilmiah maupun pengalaman ribuan orang sukses. Bukan tanpa alasan banyak pemimpin dunia, pengusaha, dan seniman memulai hari mereka sebelum matahari terbit. Bangun pagi tidak hanya membuat tubuh lebih sehat, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan menjaga kesehatan mental.</p>
<p>Manfaat pertama adalah peningkatan produktivitas. Ketika bangun pagi, biasanya suasana masih sepi dan bebas gangguan. Tidak ada notifikasi ponsel yang ramai, telepon masuk, atau suara bising kendaraan. Di waktu ini, seseorang bisa berkonsentrasi penuh pada pekerjaan yang memerlukan fokus tinggi, seperti menulis, merencanakan strategi, atau belajar. Banyak orang sukses mengaku mendapatkan ide-ide terbaik mereka di pagi hari. Selain itu, bangun pagi memberikan waktu ekstra untuk melakukan perencanaan harian. Dengan membuat daftar prioritas sejak pagi, seluruh kegiatan menjadi lebih terarah dan efisien. Efeknya, pekerjaan yang biasanya molor hingga sore dapat diselesaikan sebelum siang hari.</p>
<p>Manfaat kedua berkaitan dengan kesehatan fisik dan mental. Bangun pagi memberi kesempatan untuk berolahraga ringan seperti jalan santai, peregangan, atau yoga. Aktivitas fisik di pagi hari melancarkan peredaran darah, meningkatkan metabolisme, dan membuat tubuh lebih bugar sepanjang hari. Kebiasaan ini juga memperbaiki kualitas tidur. Orang yang bangun pagi cenderung tidur lebih cepat di malam hari, membentuk siklus sirkadian yang sehat. Dari sisi mental, pagi hari yang tenang bisa dimanfaatkan untuk meditasi, jurnal rasa syukur, atau sekadar menikmati secangkir kopi tanpa terburu-buru. Rutinitas positif ini membantu mengurangi stres dan kecemasan. Sebaliknya, kebiasaan bangun siang sering dikaitkan dengan perasaan terburu-buru, stres, dan kurangnya kontrol atas hidup.</p>
<p>Kesimpulannya, bangun pagi bukanlah tentang menyiksa diri, melainkan tentang memanfaatkan waktu terbaik dalam sehari. Memulainya mungkin terasa sulit di awal, terutama bagi mereka yang terbiasa tidur larut. Namun, dengan menggeser waktu tidur secara bertahap dan konsisten, tubuh akan beradaptasi. Bangun pagi adalah investasi kecil dengan keuntungan besar untuk produktivitas dan kesehatan mental. Mulailah besok pagi dengan bangun 30 menit lebih awal, rasakan sendiri perbedaannya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.jurnal-sekilas.com/4154/manfaat-bangun-pagi-untuk-produktivitas-dan-kesehatan-mental/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
